Penyebab Head Cartridge Printer Tersumbat

0 komentar
Head Cartridge : berfungsi mengatur keluarnya tinta yang secara langsung disemprotkan pada kertas. Head cartridge terdapat lubang lubang tinta dengan diameter yang sangat kecil (bahkan lebih kecil dari rambut manusia) yang jumlahnya banyak menyesuaikan dpi (dot per inch) printer tersebut. Tidak mengherankan dalam pemakaiannya sering kali dijumpai head yang buntu, jelas saja lubangnya yang sangat kecil.

Ada berbagai macam jenis cartridge. Umumnya untuk saat ini untuk printer merk Epson head cartridge terpisah dengan penampungan tinta cartridge. Sedangkan untuk printer merk Canon dan HP umumnya gabung menjadi satu antara Head cartridge dan penampungan tinta.

Penyebab Head Catridge tersumbat atau buntu :

1. Gara-gara debu atau kotoran kecil bisa menyebabkan cartridge buntu. Dari mana kotoran atau debu masuk ke cartridge? misalnya pada printer yang diinfus, seringkali debu-debu berkumpul disekitar lubang pengisian tabung tinta infus, seringkali debu masuk bersamaan mengisi tinta pada tabung infus.

2. Apabila printer tidak digunakan dalam waktu yang lama, mudah sekali tinta pada head cartridge kering dan mengakibatkan head buntu.

3. Pemilihan tinta yang salah, sangat dianjurkan menggunakan tinta yang berbahan dasar cair (liquid). Kenapa bahan dasarnya cair (liquid)? secara logika saja bisa dibayangkan apabila tinta berbahan dasar serbuk, meskipun kelihatannya larut dalam air tapi lama kelamaan larutan serbuk tersebut akan mengendap dan endapan yang dihasilkan akan semakin tebal, bayangkan ini terjadi di dalam head cartridge. Yah kurang lebih seperti minuman kopi-lah, bagaimanapun cara pemrosesan kopi dilakukan tetap saja bahan dasarnya kopi yang dihaluskan menjadi serbuk, pastilah meskipun sepertinya ketika dilarutkan dengan air, namun ketika didiamkan akan menghasilkan endapan juga. (untuk pemilihan tinta bisa melihat artikel sebelumnya, klik DISINI).


4. Sering gonta-ganti merk jenis tinta. Bahan dasar pembuatan tinta merk satu dengan yang lainnya berbeda. Komposisi dan prosentase bahan dasar masing-masing tinta pun berbeda.

5. Memaksa printer bekerja terus-menerus tanpa istirahat terutama pada saat mencetak gambar full color. Banyak yang menyarankan, apabila mencetak gambar full color sebaiknya setelah 5 lembar istirahat 5 menit atau lebih, kemudian baru melanjutkan mencetak. Mengapa harus istirahat? Kembali ke prinsip dasar cara kerja head cartridge menyemprotkan tinta dengan cara memanaskan tinta yang ada didalamnya. Bisa dibayangkan apabila pemanasan tinta dalam head cartridge berlangsung dalam waktu yang lama, akan berakibat pada panas yang berlebih pada head cartridge itu sendiri. Panas kok bisa merusak cartridge sih? (yah sekali lagi disini klikbebas tidak menggunakan teori yang sulit, hanya menggunakan logika) secara logika lubang-lubang head cartridge terdiri dari banyak lubang-lubang kecil bahkan diameter lubang lebih kecil dari rambut manusia, bisa dibayangkan apabila ini terkena panas yang berlebih, tentu akan merusak head cartridge. Mungkin beda lagi klo head cartridge terbuat dari titanium kali, itu baru bisa lebih tahan panas, wah harganya bisa berapa tu...?

6. Head catridge terjatuh dan ujung head terbentur benda keras, wah udah pasti kalo ini.

7. Kehabisan tinta dalam catridge dan masih digunakan untuk mencetak, jelas ini head catridge panas. Karena sebenarnya fungsi tinta dalam cartridge juga sebagai pendingin head cartridge agar panas tidak berlebih.

8. Apa lagi ya? ada yg mau nambahin?
Selanjutnya...

Akhirnya Kutemukan Tinta Printer Idaman

0 komentar
Nyesel, ngapain tidak menemukan merk tinta ini dari dulu...

Sejak pertama pemakaian printer belum pernah puas dengan hasil pemakaian tinta, padahal sebelumnya menggunakan tinta-tinta bermerk terkenal. Awalnya menggunakan tinta berinisial D ada tuh iklannya kadang-kadang nongol di TV, hasil tidak cukup memuaskan. Trus ganti merk tinta yang lain hampir semua merk tinta dicoba. hasilnya sama saja, bahkan lebih parah bikin buntu head.

Kemudian memutuskan beralih ke merk tinta terkenal lainya berinisial B, alasan utama membeli merk tinta karena harganya paling mahal diantara merk-merk tinta dikota ane (katanya sih harga gak pernah bohong, ehhh ternyata bohong juga) dan padahal tinta berinisial B ini memecahkan rekor muri hasil cetak terbanyak. Cukup lama menggunakan tinta berinisial B ini, lebih dari 2 tahun. Pengalaman menggunakan tinta B ini digunakan pada printer Epson T20e yang diinfus pastinya, keluhanya printer harus sering kali dicleaning. Kenapa dicleaning, tentu saja untuk menghilangkan agar hasil cetakan tidak bergaris, dan ini sering kali terjadi. Cleaning dilakukan sering kali pada saat infus mengisi tinta pada catrige, atau printer dibiarkan terlalu lama berhari-hari. Sempat juga berfikir kalau tinta mahal saja bikin sering mampet, apalagi jenis tinta yang lebih murah.

Dan ternyata akhirnya kutemukan merk tinta idaman untuk printer Epson kesayangan.

Disini tidak akan berpromosi ataupun menyebut merk lagian juga gak ada yang bayar. Tapi klo ada yang mau nawarin iklan boleh deh... heeee, asal isi iklan sesuai dengan kenyataan alias gak menipu.

Tinta printer idaman (hanya merk samaran, hemmm) menurut websitenya berbahan dasar liquid atau cair yang bahan dasarnya diimport langsung dari Jerman (sekali lagi seperti yang tertulis d website), berbeda dengan merk tinta kebanyakan yang berbahan dasar serbuk. Jelas disini secara logika bahan dasar liquid atau cair tidak mudah menyumbat catrige atau head printer. Beda dengan bahan dasar serbuk yang yang dilarutkan pada air, pasti jika tinta didiamkan terlalu lama akan membentuk endapan . Filosofi kopi : kopi kalau didiamkan beberapa saat, pasti menyisakan endapan didasar gelas, gak perduli semahal apapun merk kopinya, toh bahan dasarnya tetap serbuk kopi.


Sekali lagi ini hanya pengalaman saya selama ini dan telah teruji puas memakai tinta idaman yang satu ini, tepatnya sejak Desember 2011 sampai sekarang printer Epson kesayangan, belum pernah clening head. Mungkin juga beda pengalaman pengujian, beda pula hasilnya. Sekedar sharing mungkin bisa bermanfaat bagi yang lain.

Ada yang penasaran? Selama ini dipusingkan dengan bergonta-ganti merk tinta tapi selalu bikin mampet catrige? merk tinta apakah ini?
Klikbebas tidak akan menyebutkan merk disini, silahkan bertanya lewat E-mail atau YM atau yang lain. klik DISINI
Selanjutnya...

Software Penghemat Tinta Printer (Terbukti)

0 komentar
Sebenarnya sudah lama mengetahui software penghemat tinta yang satu ini, namanya Ink Saver. Tapi baru kali ini ada keinginan berbagi pengalaman. Masalahnya klikbebas hanya minat berbagi, kalau sudah mencoba membuktikan sendiri. Sudah lama sebenarnya mengetahui software penghemat tinta printer, tapi baru sekarang tertarik untuk mencobanya. Awalnya ragu akan hasil kebenaran Ink Saver, cuman penasaran juga, gak ada salahnya lah mencoba. Dan benar terbukti kok.

Dari pengalaman menggunakan printer Epson T20e, dari pengalaman printer Epson mempunyai hasil cetakan yang bagus, tapi boros tinta dibandingkan printer merk lain. Perbedaannya jelas terlihat pada hasil cetakan sebelum dan sesudah menggunakan software penghemat tinta printer Ink Saver.

Sebelum
Untuk printer Epson, tanpa menggunakan software Ink Saver hasil cetakan print pada kertas 70 Gsm terlihat sedikit tembus ke belakang, ini yang tidak saya suka. Artinya terlalu banyak tinta yang disemprotkan ke kertas cetak.


Sesudah
Jelas ada perbedaan hasil cetakan saat menggunakan software Ink Saver. Bisa diatur kehematan tinta dari 0% sampai 75%. Untuk setting penggunan ideal antara 25% sampai 30% (selera pribadi).
- Jika setting terlalu besar hasil cetakan kurang jelas.
- Sebaliknya jika setting terlalu kecil hasil cetakan terlalu tebal, yang berakibat tembus sampai belakang kertas (untuk printer Epson-pengalaman pribadi).

Penasaran? silahkan dicoba.

Berikut link download software Ink Saver + serial numbernya

Download Ink Saver 2.0 klik DISINI
Download Serial Number klik DISINI
Selanjutnya...